Mendidik Anak untuk Tidak Pelit

Ada yang bertanya mengapa anak tersebut bisa pelit berbagi dengan temannya. Tentu saja hal ini tidak lepas dari cara orang tuanya dalam mendidik anaknya. Mungkin orang tuanya tidak langsung mengajarkan sifat pelit ini pada anaknya, namun sang anak melihatnya bagaimana orang tuanya ternyata pelit dalam banyak hal, mulai pelit kepada anaknya hingga ke orang lain.

Cara mendidik anak yang baik adalah salah satunya tidak membuat sang anak menjadi anak yang pelit. Hidup pelit itu tidak nyaman untuk dirinya dan juga orang yang ada di sekitarnya. Kita tahu bahwa manusia ini diciptakan untuk saling membantu dan berbagi. Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa kamu ajarkan agar anakmu tidak menjadi anak yang pelit.

Membiasakan Makan Bersama

Makan bersama memang terkesan biasa saja. Namun, mengajarkan anak untuk makan bersama keluarga adalah cara mendidik anak yang baik. Dengan makan bersama, maka anak akan terbiasa berbagi makanan dengan saudaranya dan anggota keluarga lainnya. Selain itu, makan bersama ini membuat makanan semakin berkah dan aktivitas makan ini menjadi lebih nyaman dan lezat.

Membiasakan Berbagi Mainan

Pernah melihat kan ada anak yang tidak mau berbagi mainan dengan temannya. Ini adalah hal yang biasa terjadi pada anak-anak. Anak-anak umumnya punya ego yang tinggi, apalagi terhadap mainan yang dia suka. Memberikan pengertian bahwa berbagi mainan itu sangat penting pada anak adalah salah satu cara mendidik anak yang baik. Dengan berbagi mainan saat bermain, temannya pun akan suka dan senang bermain dengannya di lain waktu.

Memberikan Sebagian Makanan pada Temannya

Tak hanya mainan saja yang dibagi. Begitu juga dengan makanan pun juga harus dibagi. Kan tidak mungkin kamu membiarkan teman anakmu hanya melongo melihat anakmu makan makanan sendiri. Dengan memberikan sebagian makanan pada temannya, sang anak akan terbiasa untuk menjadi anak yang dermawan.

Menanamkan Bahwa Orang Pelit itu Menderita

Orang yang pelit itu sangat menderita loh. Kamu tidak percaya? Orang yang pelit itu meskipun kaya, dia hidup layaknya orang yang miskin. Untuk urusannya sendiri pun dia masih pelit, sehingga untuk makan pun mereka pilih yang murah, padahal dia kaya. Jadi seakan-akan tidak ada bedanya dia miskin atau kaya, mau kaya atau miskin juga sama-sama tidak mau menyisihkan miliknya untuk orang lain.

Itulah beberapa hal yang bisa kamu lakukan pada anakmu agar anakmu tidak menjadi orang yang pelit. Semoga cara mendidik anak yang baik di atas bisa bermanfaat bagimu.

Advertisements

Melatih Kecerdasan dan Kreativitas Anak dengan Menggambar

Kreativitas anak memang perlu dilatih. Berbekal alat tulis dari STAEDTLER pensil terbaik untuk anak cerdas, kegiatan menggambar pun menjadi lebih mudah dan bermakna. TIDAK butuh menanti umur TK untuk melatih motorik halus anak. Mulai sejak awal Anda dapat memperkenalkan aktivitas menulis maupun menggambar pada buah hati. Aktivitas ini sekalian mengasah empat kecerdasan dianya.

Bermain-main dengan pensil, krayon, atau cat lukis di kertas pasti adalah keasyikan sendiri untuk anak-anak. Aktivitas menulis, menggambar, atau memberi warna ini tidak cuma mengasyikkan untuk mereka semata. Kian lebih itu, ada faedah besar dibalik kertas-kertas yang berantakan, pakaian serta lantai yang kotor, maupun tangan anak yang penuh jejak krayon, spidol, ataupun cat lukis. Aktivitas ini bermanfaat merangsang saraf motorik anak. Karenanya, satu diantara kesibukan di taman kanak-kanak juga tidak pernah tidak hadir dari belajar menggambar, melukis, maupun memberi warna.

Psikolog Tubagus Amin mengatakan, menggambar memberi peluang untuk anak untuk mempunyai ruangan kreativitas yang tambah baik dari pada menghafal. ” Bila anak-anak sangat banyak menghafal, mereka bakal cepat lupa di masa datang. Meskipun mereka dapat mengingat, belum pasti mereka tahu apa yang di sampaikan guru, ” tuturnya.

Melalui menulis maupun menggambar, sekurang-kurangnya ada empat kecerdasan yang dilatih, yakni cerdas gerak, gambar, diri, serta cerdas bhs. Cerdas gerak yaitu waktu anak bikin gambar, ia tengah melatih gerakan tangannya. Sesaat, cerdas gambar yaitu bagaimana anak dapat bikin beragam bentuk yang mereka gambar. Cerdas diri, yaitu lewat gambar anak dapat bikin gambar yang sesuai sama imajinasi mereka.

Mengenai cerdas bhs, anak dapat mengungkap apa yang menginginkan mereka katakan melalui gambar yang mereka tuang. Lebih jauh Amin menuturkan, saraf motorik halus bisa dilatih serta diperkembang lewat aktivitas serta rangsangan yang berkepanjangan serta teratur.

” Serta baiknya dikerjakan mulai sejak awal, bisa saja memberi bayi kertas untuk dimain-mainkan sepanjang kita pantau. Dari situ dia belajar memegang, ” sebut psikolog Aminfainstitute-Lembaga Penelitian serta Konsultan Edukasi Berbasiskan Brain Nased and Holistic (Pendidikan Ramah Otak) itu.

Tiap-tiap anak adalah pribadi yang tidak sama. Mereka mempunyai kecerdasan gerak (bodily kinestetik) bakat, kecenderungan, serta kecerdasan motorik halus yang juga berbeda.

Ketidaksamaan ini di pengaruhi oleh multiple intellegence (style belajar) anak serta stimulasi yang didapatkannya, terlebih pada bebrapa saat pertama perkembangan atau yang lebih di kenal dengan golden age. Pastinya mengasah kecerdasan motorik ini dikerjakan bertahap sesuai sama umur. Untuk anak umur tiga th. umpamanya, motorik anak yang semakin banyak dipakai yaitu motorik kasar. Umumnya anak umur ini bakal mulai menggambar ikuti bentuk, menarik garis, serta mulai menggunting.

” Dibawah 3 th. umumnya anak bakal bikin tulisan sejenis benang kusut, biarlah saja mereka tetaplah aktif menulis,” kata Amin. Di umur empat th., anak mulai dapat menggambar yang lebih terang, bermain gunting lipat, serta bikin bentuk dari lilin mainan. Ajari langkah menggunting dengan cara zig-zag umpamanya. Lalu di step umur lima th., anak telah dapat membuat balok permainan, memberi warna lebih rapi tanpa ada keluar garis serta mengikuti tulisan.

Di umur sesudahnya, 5-12 th., anakanak telah mulai tahu serta masuk saat sekolah. Serta menjadikan aktivitas menulis atau menggambar sebagai sisi dari aktivitasnya. Pada saat ini malah mereka mesti makin kerap menggambar.

Karakteristik ruangan kreativitas ini yaitu kecerdasan yang tambah baik dibanding dengan mengkalkulasi serta menghafal. Karenanya, anak-anak semakin dapat mengerti pelajaran mereka di sekolah. ” Menggambar tidak cuma bentuk mengekspresikan diri, kian lebih itu menggambar yaitu kesibukan intelektual, langkah untuk mengerti dunia, keluarkan fikiran serta ide anak, ” kata Eileen Adams, seseorang pendidik yang aktif dalam kampanye menggambar, ditulis dari Guardian. co. uk.

” Visualisasi melalui menggambar yang dikerjakan anak, sangat vital untuk pemahaman mereka pada saat yang akan datang, umpamanya saja untuk pelajaran geografi atau matematika. Mereka meningkatkan kekuatan bikin peta serta simbolsimbol melalui gambar, ” paparnya. Untuk orangtua yang dengan anak sukai menggambar, siap-siap saja tembok rumah jadi tujuan mereka menuangkan kreasinya.

Walau Anda telah mempersiapkan kertas kosong atau buku gambar, tetap harus anak lebih sukai mengincar dinding sebagai pelampiasan imajinasi. Kenapa sekian? Sebab waktu menggambar di dinding, mereka terasa turut ikut serta didalam cerita yang mereka deskripsikan.

” Lewat bagian yang lebih luas, mereka lebih bebas menggambar serta masuk ke dalamnya, ” tutur Amin. Rasa ikut serta dalam dunia didalam gambar itu akan tidak didapat saat anak menggambar di bagian kertas. Diluar itu, menggambar di dinding berikan posisi yang tambah nyaman lantaran sangat mungkin kontrol tangan serta mata yang tambah baik. Dengan langkah tersebut, menggambar jadi tambah lebih mengasyikkan untuk si kecil.