Melatih Kecerdasan dan Kreativitas Anak dengan Menggambar

Kreativitas anak memang perlu dilatih. Berbekal alat tulis dari STAEDTLER pensil terbaik untuk anak cerdas, kegiatan menggambar pun menjadi lebih mudah dan bermakna. TIDAK butuh menanti umur TK untuk melatih motorik halus anak. Mulai sejak awal Anda dapat memperkenalkan aktivitas menulis maupun menggambar pada buah hati. Aktivitas ini sekalian mengasah empat kecerdasan dianya.

Bermain-main dengan pensil, krayon, atau cat lukis di kertas pasti adalah keasyikan sendiri untuk anak-anak. Aktivitas menulis, menggambar, atau memberi warna ini tidak cuma mengasyikkan untuk mereka semata. Kian lebih itu, ada faedah besar dibalik kertas-kertas yang berantakan, pakaian serta lantai yang kotor, maupun tangan anak yang penuh jejak krayon, spidol, ataupun cat lukis. Aktivitas ini bermanfaat merangsang saraf motorik anak. Karenanya, satu diantara kesibukan di taman kanak-kanak juga tidak pernah tidak hadir dari belajar menggambar, melukis, maupun memberi warna.

Psikolog Tubagus Amin mengatakan, menggambar memberi peluang untuk anak untuk mempunyai ruangan kreativitas yang tambah baik dari pada menghafal. ” Bila anak-anak sangat banyak menghafal, mereka bakal cepat lupa di masa datang. Meskipun mereka dapat mengingat, belum pasti mereka tahu apa yang di sampaikan guru, ” tuturnya.

Melalui menulis maupun menggambar, sekurang-kurangnya ada empat kecerdasan yang dilatih, yakni cerdas gerak, gambar, diri, serta cerdas bhs. Cerdas gerak yaitu waktu anak bikin gambar, ia tengah melatih gerakan tangannya. Sesaat, cerdas gambar yaitu bagaimana anak dapat bikin beragam bentuk yang mereka gambar. Cerdas diri, yaitu lewat gambar anak dapat bikin gambar yang sesuai sama imajinasi mereka.

Mengenai cerdas bhs, anak dapat mengungkap apa yang menginginkan mereka katakan melalui gambar yang mereka tuang. Lebih jauh Amin menuturkan, saraf motorik halus bisa dilatih serta diperkembang lewat aktivitas serta rangsangan yang berkepanjangan serta teratur.

” Serta baiknya dikerjakan mulai sejak awal, bisa saja memberi bayi kertas untuk dimain-mainkan sepanjang kita pantau. Dari situ dia belajar memegang, ” sebut psikolog Aminfainstitute-Lembaga Penelitian serta Konsultan Edukasi Berbasiskan Brain Nased and Holistic (Pendidikan Ramah Otak) itu.

Tiap-tiap anak adalah pribadi yang tidak sama. Mereka mempunyai kecerdasan gerak (bodily kinestetik) bakat, kecenderungan, serta kecerdasan motorik halus yang juga berbeda.

Ketidaksamaan ini di pengaruhi oleh multiple intellegence (style belajar) anak serta stimulasi yang didapatkannya, terlebih pada bebrapa saat pertama perkembangan atau yang lebih di kenal dengan golden age. Pastinya mengasah kecerdasan motorik ini dikerjakan bertahap sesuai sama umur. Untuk anak umur tiga th. umpamanya, motorik anak yang semakin banyak dipakai yaitu motorik kasar. Umumnya anak umur ini bakal mulai menggambar ikuti bentuk, menarik garis, serta mulai menggunting.

” Dibawah 3 th. umumnya anak bakal bikin tulisan sejenis benang kusut, biarlah saja mereka tetaplah aktif menulis,” kata Amin. Di umur empat th., anak mulai dapat menggambar yang lebih terang, bermain gunting lipat, serta bikin bentuk dari lilin mainan. Ajari langkah menggunting dengan cara zig-zag umpamanya. Lalu di step umur lima th., anak telah dapat membuat balok permainan, memberi warna lebih rapi tanpa ada keluar garis serta mengikuti tulisan.

Di umur sesudahnya, 5-12 th., anakanak telah mulai tahu serta masuk saat sekolah. Serta menjadikan aktivitas menulis atau menggambar sebagai sisi dari aktivitasnya. Pada saat ini malah mereka mesti makin kerap menggambar.

Karakteristik ruangan kreativitas ini yaitu kecerdasan yang tambah baik dibanding dengan mengkalkulasi serta menghafal. Karenanya, anak-anak semakin dapat mengerti pelajaran mereka di sekolah. ” Menggambar tidak cuma bentuk mengekspresikan diri, kian lebih itu menggambar yaitu kesibukan intelektual, langkah untuk mengerti dunia, keluarkan fikiran serta ide anak, ” kata Eileen Adams, seseorang pendidik yang aktif dalam kampanye menggambar, ditulis dari Guardian. co. uk.

” Visualisasi melalui menggambar yang dikerjakan anak, sangat vital untuk pemahaman mereka pada saat yang akan datang, umpamanya saja untuk pelajaran geografi atau matematika. Mereka meningkatkan kekuatan bikin peta serta simbolsimbol melalui gambar, ” paparnya. Untuk orangtua yang dengan anak sukai menggambar, siap-siap saja tembok rumah jadi tujuan mereka menuangkan kreasinya.

Walau Anda telah mempersiapkan kertas kosong atau buku gambar, tetap harus anak lebih sukai mengincar dinding sebagai pelampiasan imajinasi. Kenapa sekian? Sebab waktu menggambar di dinding, mereka terasa turut ikut serta didalam cerita yang mereka deskripsikan.

” Lewat bagian yang lebih luas, mereka lebih bebas menggambar serta masuk ke dalamnya, ” tutur Amin. Rasa ikut serta dalam dunia didalam gambar itu akan tidak didapat saat anak menggambar di bagian kertas. Diluar itu, menggambar di dinding berikan posisi yang tambah nyaman lantaran sangat mungkin kontrol tangan serta mata yang tambah baik. Dengan langkah tersebut, menggambar jadi tambah lebih mengasyikkan untuk si kecil.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s